Minggu, 16 Agustus 2026

Ketika Tuhan Menjawab Doaku dan Menjaga Orang yang Kukasihi (When God Answered My Prayer and Kept My Loved One Safe)

Salam dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Dua minggu yang lalu, Abang Sayang mengabariku bahwa dia akan touring ke Bogor bersama klub motornya dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada tanggal 16–17 Agustus 2026.

Abang mengatakan bahwa mereka akan berangkat pada pukul 11 malam tanggal 16 Agustus 2026. Kemudian, pada tanggal 17 Agustus 2026, mereka akan mengikuti upacara di Bogor.

Aku tidak melarang Abang untuk pergi. Aku hanya berkata kepadanya, “Jangan ngebut-ngebut.”

Namun, Abang menjawab, “Ya, Abang lihat teman-teman Abang. Kalau mereka pada ngebut, ya Abang ngebut. Nanti kalau lama, Abang ketinggalan.”

Mendengar jawaban itu, aku langsung merasa takut.

Selama dua minggu berikutnya, aku merasa cemas. Aku takut Abang mengalami kecelakaan karena ngebut di perjalanan. Karena itu, aku membawa kekhawatiranku dalam doa kepada Tuhan.

Aku berdoa,

“ Tuhan, gagalkanlah rencana Abang ke Bogor. Kalau doa sederhana ini saja tidak dikabulkan, bagaimana aku dapat percaya bahwa doa-doa besarku akan Engkau kabulkan?”

Aku terus mendoakan hal tersebut selama dua minggu.

Kemudian, pada sore hari tanggal 16 Agustus, aku bertanya kepada Abang, “Bagaimana persiapannya menuju Bogor?”

Abang menjawab, “Abang nggak jadi berangkat. Abang kecapean.”

Aku langsung bersyukur dan bersukacita. Aku merasa Tuhan telah menjawab doaku. Aku bisa bernapas lega karena Abang tidak jadi berangkat touring ke Bogor.

Mungkin bagi orang lain, batalnya sebuah perjalanan karena kelelahan adalah hal yang biasa. Namun, bagiku, perkataan sederhana Abang, “Abang nggak jadi berangkat. Abang kecapean,” menjadi jawaban atas doa yang selama dua minggu kubawa kepada Tuhan.

Aku kembali diingatkan bahwa terkadang jawaban Tuhan datang melalui hal-hal yang sangat sederhana dan biasa.

Aku tidak tahu bagaimana Tuhan bekerja di balik semua kejadian ini. Namun, pada hari itu, aku hanya bisa mengucap syukur karena Tuhan memberikan ketenangan atas kekhawatiran yang selama dua minggu memenuhi hatiku.

Puji Tuhan. Tuhan mendengar doaku. ❤️



In the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Spirit.

Two weeks ago, my boyfriend, whom I lovingly call “Abang Sayang,” told me that he was going on a motorcycle tour to Bogor with his motorcycle club to celebrate the 81st anniversary of the Independence of the Republic of Indonesia on August 16–17, 2026.

He told me that they would leave at 11 p.m. on August 16, 2026. Then, on August 17, they would attend a flag-raising ceremony in Bogor.

I did not forbid Abang from going. I only told him, “Please don’t speed.”

However, he replied, “I’ll see what my friends are doing. If they’re speeding, then I’ll speed too. Otherwise, I’ll be left behind.”

I immediately became afraid.

For the next two weeks, I felt anxious. I was afraid that Abang might get into an accident because of speeding on the way to Bogor. So I brought my worries to God in prayer.

I prayed,

“God, please prevent Abang from going to Bogor. If You cannot even answer this simple prayer, how can I trust You with the bigger prayers in my life?”

I continued praying about this for two weeks.

Then, on the afternoon of August 16, I asked Abang, “How are your preparations for going to Bogor?”

He replied, “I’m not going anymore. I’m too tired.”

I immediately felt grateful and joyful. I felt that God had answered my prayer. I could finally breathe a sigh of relief because Abang was not going on the motorcycle tour to Bogor.

Perhaps for other people, canceling a trip because of exhaustion might seem like an ordinary thing. But to me, Abang’s simple words, “I’m not going anymore. I’m too tired,” became an answer to the prayer I had been bringing to God for two weeks.

Once again, I was reminded that sometimes God’s answers come through very simple and ordinary things.

I do not know how God was working behind all of these circumstances. But that day, all I could do was give thanks because God brought peace to my heart after two weeks of worry.

Praise God. God heard my prayer. ❤️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika Tuhan Menjawab Doaku dan Menjaga Orang yang Kukasihi (When God Answered My Prayer and Kept My Loved One Safe)

Salam dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dua minggu yang lalu, Abang Sayang mengabariku bahwa dia akan touring ke Bogor bersama klub mot...