Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2025

Efek Samping



Kita yang tua ini pernah sangat menggilai kopi
Kita menyecap pahitnya
Diiringi sedikit manisnya gula

Selalu ada efek samping, Tuan
Begitu juga dengan kopi
Menyandu kafein meradangkan lambung
Perihnya menghentikanku menggilai kopi

Terjadi juga pada kita


We, in our older days, once adored coffee so deeply
We savored its bitterness
With just a hint of sugar’s sweetness

There are always side effects, Sir
So it is with coffee
Addiction to caffeine inflames the stomach
Its burning pain stopped me from loving coffee

And so it happened with us

Nona Nagisa,
Bandung, 30 Desember 2019

#SAJAKKOPI


---


Pengangguran



---

#sajakkopi


Tiada yang lebih pahit
Dibanding kehidupan seorang pengangguran
Pulang tak beruang
Tak pulang pun tak ada uang
Bahkan mengalahkan pahitnya kopi

Tiada yang lebih dingin
Dibanding relung hati seorang pengangguran
Ingin memberi tak ada uang
Tak memberi pun tak ada uang
Bahkan mengalahkan dinginnya hujan di malam hari


Nothing is more bitter
Than the life of the unemployed
Returning home with no money
Not returning, still no money
Even surpassing the bitterness of coffee

Nothing is colder
Than the hollow heart of the unemployed
Wanting to give but no money
Not giving, still no money
Even surpassing the cold of rain at night

Nona Nagisa,
Bandung, 28 Desember 2019


---


Selasa, 08 Juli 2025

Kopi Susu




---

Kopi Susu

Menyeruput kembali kopi susu
Membangkitkan kembali kenangan yang terendap duka
Merasakan Sari Roti Coklat menggema dalam pikiranku
Menyentuhku di tengah senda gurau
Sangat manis dalam kenangan
Pahit dibalik kenyataan



Sipping coffee with milk once more
Revives memories steeped in sorrow
Tasting Sari Roti Chocolate echoing in my mind
Touching me amid the laughter
So sweet within memory
Bitter behind reality
Nona Nagisa,
Bandung, 01 Maret 2019

📍CAFE BLACK ROMANTICK

#sajakkopi
#sajakmalam
#kopisusu


---


Mungkinkah?

Mungkinkah kita akan berjumpa lagi, Tuan?
Pikiranku melayang-layang membayangkan bila kita berjumpa
Masihkah engkau tersenyum padaku seperti dahulu?
Masihkah engkau menyentuh hangat pundakku seperti dahulu?
Ataukah yang kau pandang adalah keingkaranku yang menyelubungiku dalam gelap?


Could it be that we will meet again, Sir?
My thoughts drift, imagining if we do
Will you still smile at me as before?
Will you still touch my shoulder warmly as before?
Or will your gaze fall upon my denial,
That shrouds me in darkness?

Nona Nagisa,
Jakarta, 8 Juli 2024




Senin, 07 Juli 2025

Sajak Kopi #11



---

Cuaca dingin menyusum
Meneteskan rintik dari awan kelabu
Mengharumkan penat di segala penjuru
Membirukan pilu di sudut lesung

Kelabu di secangkir kopi
Menghantarkan cahaya lembayung senja
Melukiskan bayang sendu yang tidak berufuk
Isikan senyum hampa di roman muka


The cold weather seeps in
Dropping drizzles from the gray clouds
Fragrancing the weariness in every corner
Turning sorrow blue in the hollow’s edge

Gray within a cup of coffee
Carries the twilight’s violet glow
Painting a wistful shadow without horizon
Filling an empty smile upon the face

Nona, Bandung, 20 November 2018


---


Minggu, 06 Juli 2025

Sajak Kopi #10


---

#sajakkopi


Di tengah hiruk pikuk pengunjung kedai
Ditemani lantunan saksofon yang mengalun teduh
Kuseruput lekukan wajah orientalmu
Terlukis abstrak di secangkir Cappuccino
Larut aku mendaki hidung seperti dasun tunggal
Bangir menjulang hingga ke ujung pakal lesung pipitmu
Menibakan aku ke dalam gencatan senjata di Gaza
Yang tak akan pernah usai hingga Almasih menjelang


Amid the bustle of café visitors
Accompanied by the gentle flow of a saxophone
I sip the curve of your oriental face
Painted abstract in a cup of Cappuccino
I dissolve climbing the nose like a lone garlic bulb
Prominent, rising high to the edge of your dimple
Casting me into the ceasefire in Gaza
That will never end until the Messiah arrives
Nona Nagisa, Bandung, 15 November 2018

📍WARUNK UPNORMAL
#sajakkopi #sajak
🕘 21:06


---


Jumat, 04 Juli 2025

Menyesal



---

Sudah sering aku menyesal.
Aku pernah menyesal dan seperti Petrus.
Aku pernah menyesal dan seperti Yudas.
Hari itu aku menyesal dan aku seperti Daud.
Kini aku bangkit dari perkabunganku.
Karena sudah terjadi hukumanku dan bangkit mengikuti Kristus.
Apalagi yang harus dikabungkan kalau itu sudah inkrah Tuhan?


I have often regretted.
I once regretted, and I was like Peter.
I once regretted, and I was like Judas.
That day I regretted, and I was like David.
Now I rise from my mourning.
For my punishment has taken place, and I rise to follow Christ.
What else is there to mourn if it is already God’s final decree?
Nona Nagisa, Bandung, 20 April 2018

#sajakkopi #sajak


---


Rabu, 02 Juli 2025

Sajak Kopi #9


---

📍KOPI TOKO DJAWA
#sajakkopi September 2, 2023

Suasana ramai
dengan hati yang sepi.
Dinginnya malam
tak lebih dingin
dari dinginnya hati.
Pahitnya kopi tak
sepahit hati kelu



A lively atmosphere
with a lonely heart.
The cold of the night
is not colder
than the coldness of the heart.
The bitterness of coffee is not
as bitter as a silenced heart.

Nona Nagisa.
Bandung, 13 April 2018

#SAJAK #SAJAKKOPI


---


Selasa, 01 Juli 2025

Pohon



---

Hanya bisa melihat pohon itu terus tumbuh hijau dan semakin tinggi.
Entah kutak tau seberapa banyak titik embun yang menetes dan daun yang menguning berguguran.
Yang kulihat dari sini pohon itu tetap kokoh dan tegak.
Tak lagi kurasakan dari dekat seberapa kuat angin itu menerpanya.

I can only watch that tree keep growing, green and taller.
I do not know how many drops of dew have fallen,
nor how many yellowing leaves have withered away.
From here, all I see is that the tree stands firm and tall.
No longer do I feel, up close, how strong the wind strikes against it.

Nona Nagisa,
Bandung, 13 April 2018.


---


Senin, 30 Juni 2025

Sajak Kopi #8


"Entah berapa purnama lagi aku harus menanti, kekasih.
Entah berapa musim harus kulalui, kekasih.
Tak lelah dalam tekat kuminta, kekasih.
Tak lelah dalam tetes kuperjat, kekasih.
Aku Lala Padamu."

"How many moons more must I wait, my beloved.
How many seasons must I pass through, my beloved.
Unwearied in the resolve I ask, my beloved.
Unwearied in the tears I shed, my beloved.
I belong to You."

Nona Nagisa, Bandung, 07 April 2019
📍KOPI ANJIS


---


Minggu, 29 Juni 2025

cabe

Apa kabarnya si Tuan
Kemanakah aku harus berlari menanyakan kabar si Tuan?
Tuan si empunya tawa yang teduh
Masih saja aku berkutat dengan kabar si Tuan
Padahal ia lebih sibuk dengan varian baru sambel bisnisnya itu
Tak sedikit pun ia menoleh ke arahku
Terkadang aku iri pada segenap cabe-cabe yang mengitari kehidupannya
Namun,
Aku lebih bersyukur menjadi diriku dibandingkan cabe-cabe yang hancur lebur digilas ulekan batu

How is Tuan doing?
Where should I run to ask about Tuan?
Sir, the owner of that gentle laughter
I still fuss over news of Tuan
Even though he’s busier with the new variant of his chili business
Not once does he glance in my direction
Sometimes I envy all the chilies surrounding his life
Yet,
I am more grateful to be myself than the chilies
Crushed and ground in a stone mortar

Nona Nagisa,
Jakarta, 29 Juni 2025

Sabtu, 28 Juni 2025

Surat dari Ibu



Nak,
Meski aku belum melihat wajahmu.
Tapi,
Aku telah mengasihimu
Seperti terang surya yang menyinari dunia
Sebelum tanah terbentuk

Nak
Jika suatu saat kamu mengerti kehidupan
Percayalah kamu akan tumbuh dengan baik
Seperti teratai yang merekah di tengah lumpur
Dan
Hidupmu akan jauh lebih baik dari hidupku

Tidurlah nak,
Tiada satu pun yang dapat menyakitimu
Sebab,
kamu aman dalam dekapanku



Child,
Even though I have not seen your face,
I have already loved you
Like the sunlight that shines upon the world
Before the earth was formed.

Child,
If someday you come to understand life,
Believe that you will grow well
Like a lotus blooming in the midst of mud,
And
Your life will be far better than mine.

Sleep now, child,
Nothing can harm you,
For
You are safe in my embrace.

Nona Nagisa,
Bandung, 17 September 2018



Jumat, 27 Juni 2025

Sajak Kopi #5



---

Socrates pernah berkata
Dunia yang tak dipikirkan adalah dunia yang tak pantas dijalani.
Kamu adalah Duniaku.
Kamu yang tak dipikirkan adalah duniaku yang tak pantas dijalani.

Socrates once said, "A world unthought is a world not worth living in.
You are my world.
You unthought are my world not worth living in.

Nona Nagisa, Braga, 20 Januari 2018

#sajak #sajakkopi


---


Selasa, 24 Juni 2025

Sajak Kopi #3


---

Kristus mengajarkan untuk menyangkal diri, memikul salib, untuk dapat mengikutNya. Dan kulakukan itu dalam menghadapi kamu.

Nona Nagisa, 17 Januari 2018
04:16
#sajak #sajakkopi


---


Sabtu, 21 Juni 2025

Kesepian Sajak Kopi #1



---

Ada saat kau ingin sepi. Tapi kau hanya diam karena semua orang membutuhkanmu.

Ada saat kau ingin keramaian. Tapi kau hanya diam karena semua orang tidak membutuhkanmu.

Diantara sepi itu 
Belum pernah kudatangi Pujangga Agungku saat kuingin keramaian
Belum pernah kusambut Pujangga Agungku saat Ia membutuhkan kehadiranku.

O Pujangga Agung 
Kiranya kau buang ke ujung langit
Kiranya kau hempaskan ke dalam lautan
Seluruh kefanaanku dalam sikap dan sifat


There are times when you want solitude. But you're silent because everyone needs you.

There are times when you want crowds. But you're silent because everyone doesn't need you.

Amidst that solitude
I've never visited my Great Poet when I wanted crowds
I've never welcomed my Great Poet when He needed my presence.

O Great Poet
May you throw me to the edge of the sky
May you throw me into the ocean
All my mortality in attitude and character
---

Nona Nagisa,
Minggu, 22 Juni 2025

Jumat, 20 Juni 2025

Nara



---

Malam ini,
Nara sangat berbeda
Ia begitu hangat sekali
Ditemani alunan harmoni PSM UNPAD

Bukan,
Bukan tiupan surga yang menghangatkan
Tapi,
Lebih dari itu
Secangkir Luwak berteman Hasil keringatku
Telah membakar seluruh kalbu

Tonight,
Nara is very different
She is so warm
Accompanied by the harmonious strains of PSM UNPAD

No,
It's not the breath of heaven that warms
But,
More than that
A cup of Luwak, my sweat-filled friend
Has set my whole heart on fire

Nona Nagisa,
Bandung, 20 Juli 2018


---


the War

"Tak ada yang mustahil bagi Allah"
Teriak batinku diiringi tetesan darah dalam iman yang kian meredup
"Tak akan ada yang mampu menyelamatkan ini"
Bisik mataku kepada otak yang terkapar kelelahan


"Nothing is impossible for God,"
My inner voice cried, accompanied by drops of blood in my fading faith.
"No one will be able to save this,"
My eyes whispered to my exhausted brain.

Palu, 20 Juni 2025

Lebih baik



Jangan pernah mendoakan orang panjang umur
Tak ada gunanya tanpa sehat selalu
Sebab,
Lebih baik mati cepat
Daripada mati perlahan-lahan

Jangan pernah berkata-kata manis
Dalam bait-bait puisi
Sebab,
Lebih baik dengan tegas menyatakan untuk membunuh
Daripada mendayu-dayu tapi meracuni


Never wish someone a long life
It's useless without always being healthy
Because,
It's better to die quickly
Instead of dying slowly

Never say sweet words
In poetry verses
Because,
It's better to firmly declare to kill
Rather than lilting but poisoning

Nona Nagisa,
Bandung, 05 Agustus 2018


---


Kamis, 19 Juni 2025

Mati


Tidak ada yang menyeramkan
Di balik kata mati
Yang kutinggalkan
Dalam bait-bait puisi ini

Tidak, Tuan
Kematianku hanyalah sebuah pertanda
Tanda ada yang mencintaimu dengan sangat
Terbawa hingga ke liang lahat

O senyum manismu tetap benderang dibalik kelopak mata
Kala mata terpejam tertimbun tanah


There's nothing scary
Behind the word 'death'
What I left behind
In the verses of this poem

No, Sir
My death is just a sign
A sign that someone loves you deeply
Carried to the grave

Oh, your sweet smile remains bright behind my eyelids
When my eyes are closed, buried in the ground


Nona Nagisa,
Bandung, 08 Agustus 2018


---


ingat


Jangan takut diterjang ombak tinggi
Ataupun kehadiran Roh Jahat
Ingatlah dalam kesesakan jiwamu
Allah adalah Allah yang bertahta di atas segalanya

Hadapilah ketika dia tersenyum
Karena kehadiran orang lain menggantikan tempatmu
Kala ketidakadilan melingkupi relung hatimu
Ingatlah dalam kesesakan jiwamu
Allah adalah Allah yang bertahta di atas segalanya

Berserulah dengan nada yang nyaring
Ingatlah dalam kesesakan jiwamu
Allah adalah Allah yang bertahta di atas segalanya
Bahkan dalam telut penuh caci mengalir ke ujung mata


Don't be afraid of being hit by high waves

Or the presence of evil spirits

Remember in the trouble of your soul

Allah is the Allah who reigns above all


Face it when he smiles

Because the presence of someone else takes your place

When injustice surrounds the recesses of your heart

Remember in the trouble of your soul

Allah is the Allah who reigns above all


Shout in a loud voice

Remember in the trouble of your soul

Allah is the Allah who reigns above all

Even in an egg full of smut flowing to the corner of the eye

Nona Nagisa,
Bandung, 12 Agustus 2018



Tuhan Menyembuhkan, Bahkan Saat Aku Merasa Jauh (God’s Healing, Even When I Feel Far From Him)

Salam dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kadang pemulihan tidak datang lewat mukjizat besar, tapi lewat satu kalimat sederhana dari oran...